MENGIKUTI KEHENDAK ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS..

DI dalam DZIKIR NAFAS Itu hakikat nya adalah kita berlatih selalu mendekat dan sadar ALLAH. bagaimana cara nya agar kita selalu bahagia dunia dan akhirat. hidup tenang dan selalu di ridhoi ALLAH SWT. Baik.. mari kita renungkan!

1.mengikuti nafas

2.jiwa berserah/pasrah kepada ALLAH swt

3.jiwa terpanggil mendekat ke ALLAH SWT

4.jiwa yang tenang di ridhoi ALLAH SWT

ke 4 hal diatas selalu kita alami dalam dzikir nafas.. apakah di situ ada kuasa atau kehendak kita,tidak kan? semua adalah peranan/kehendak ALLAH. ternyata kalau kita rajin berdzikir nafas kita akan terlatih dalam mengikuti kehendak ALLAH. ikuti seperti 4 hal di atas..

-mengikuti nafas dalam DN; dalam keseharian kita akan selalu di gerak kan ALLAH untuk melakukan sesuatu. di sini lah muncul nya petunjuk2 ALLAH. jangan berpikir.. just do it!

-jiwa berserah dalam DN: dalam keseharian kita akan terbiasa pasrah dan berserah kepada ALLAH. pasrah dengan SADAR ALLAH adalah pasrah yang menggantungkan segala sesuatu kepada ALLAH. di sini tiada lagi daya upaya kita,semua terserah ALLAH saja!

-jiwa terpanggil mendekat ke ALLAH dalam DN; dalam keseharian, maka kita tidak lagi memikirkan solusi,bagaiman caranya.. atau apa sih jalan keluar nya? karna jiwa yg dekat ke ALLAH telah mempercayai ALLAH. ia percaya ALLAH lah yg akan memberi jalan keluar dari setiap masalah nya. jiwa yg dekat ke ALLAH akan di jamin ALLAH kehidupan nya..

-jiwa yg tenang di ridhoi ALLAH dalam DN; begitu pula dalam keseharian ia akan merasakan ketenangan dan kenyamanan hidup. ia selalu di ridhoi ALLAH.. ia akan di manjakan ALLAH dengan rahman dan rahim nya. di saat ia ingin sesuatu.. ALLAH memberi dan mengabulkan. disaat ia kekurangan ALLAH mencukupinya.. padahal semua itu tidak di minta,tapi ALLAH selalu meridhoi dengan kejutan yang ga di sangka2.

Ternyata DZIKIR NAFAS adalah latihan untuk mengikuti kehendak2 ALLAH.. kehendak ALLAH yg bagaimana? dengan dzikir nafas kita akan di tuntun dan di bimbing kepada kehendak nya di ridhoi. hidup tenang,nyaman,dan ALLAH selalu memberi kebahagian walau tanpa di minta. tidak minta saja di kasih,apalagi meminta! dan ALLAH selalu menjamin urusan dunia nya.

Mari kita istiqomah berdzikir nafas.. agar kita selalu di ridhoi dengan kehendak-kehandak ALLAH swt!

 

Peninggalan Leluhur

Setiap bangsa pasti mempunyai budaya . dan budaya itu akhirnya di turunkan dari generasi ke generasi berikutnya . begitu juga Indonesia , mempunyai budaya yg berasal dari nenek moyong . semakin tinggi budaya atau peradapan suatu bangsa menunjukkan semakin tinggi pula Ilmu yg di miliki bangsa tersebut . dalam hal ini menyangkut semua segi kehidupan . tapi dalam tulisan ini saya hanya penekankan pada budaya peninggalan leluhur kita yg berhubungan dengan Agama . dulu sebelum islam masuk indonesia leluhur kita udah mengenal yg namanya sang Pencipta . mereka menyebutnya bukan Allah , tapi pengeran , gusti Allah . bagaimana mereka bisa mengenal Allah ..? padahal waktu itu belum ada agama sama sekali . bahkan hindu dan bhuda belum ada. hal demikian tidak bisa terjadi kalau Allah sendiri tidak mau MEMPERKENALKAN DIRI . Dan pengenalan mereka / tauhid mereka sangat tinggi . ini terbukti dengan peninggalan2 setelah ganti generasi . mereka udah tahu bagaimana manembah / menyembah dan bersikap dihadapan Allah. sikap dihadapan Allah / toto kromo ini bahkan sangat halus dan tinggi sekali . bukankah suatu agama akan berhasil di lihat dari ahklaknya . bagaimana ahklaknya terhadap mahluk Allah dan sesama . bagaimana ahlaknya terhadap Allah . dalam hal ini nenek moyang kita dulu udah punya ilmu itu . udah tahu bagaimana mendekat dgn Allah . bagaimana semua ilmu mereka itu dapat kalau tidak di ajari Allah . padahal waktu itu belum ada nabi . bahkan tidak sedikit dari mereka diberi kelebihan oleh Allah . coba kita lihat sejarah bukankah waktu itu di daerah arab sana masih dalam keadaan gelap gulita . budaya mereka sangat rendah . mereka belum bisa toto kromo / bertauhid dengan Allah . makanya nabi2 di turunkan disana. coba bandingkan dengan indonesia , dalam masa itu nenek moyang kita bahkan udah bertauhid kepada Allah . peninggalan filsafat2 mereka sangat2 bertauhid . filsafat mereka menunjukan ilmu2 hakikat dan sangat sesuai dengan ajaran2 nabi . bukankah ilmu nenek moyanag kita juga berasal dari sumber yg sama yaitu ALLAH . nenek moyang kita udah tahu hakikat kehidupan . mereka udah tahu ..mereka berasal dari mana dan mau kemana . Dan dalam keadaan sekarang udah campur baur dengan budaya2 dari luar . semua jadi kabur . kebenaran jadi remang2 . kita harus pandai2 dalam menafsiri filsafat2 dari nenek moyang kita. karena bahasa hati/ rohani kalau diungkapkan dengan bahasa kata / filsafat pasti tidak sama persis . apalagi dalam penafsiran kita kurang wawasan dan ilmu bisa2 salah . kalau saya sederhana saja dalam melihatnya . dengan ahlak dan toto kromo peninggalan nenek moyang yg begitu bagus dan halus , menunjukan bahwa kefahaman dan kesadaran bertuhan mereka tinggi .

Meyakini bahwa Allah sebagai Tuhannya

Sebagai seorang Muslim kita meyakini bahwa Allah sebagai Tuhan kita yang tidak ada Tuhan selain Allah, akan tetapi banyak pula yang mengakui Tuhannya adalah Allah sedangkan pada kenyataannya tidak mengenal akan Allah. Sehingga di dalam amal ibadahnya menuju kepada Allah tetapi sebenarnya kita tidak menuju kepada Allah.

Seperti contoh ……, jika kita mau menyadarinya! Perihal…, Sholat saja’ itupun masih banyak yang bingung dan tidak sedikit yang masih di dalam sangka-sangka tentang Allah. Menuju kepada Allah tetapi hatinya ngambang di dalam menghadap kepada Allah, walaupun dalam ucapannya telah dikatakannya : Ya Allah…. Sesungguhnya, Aku hadapkan wajahku ke hadapan wajah Engkau! Tetapi mana buktinya…., Dusta semua perkataan itu jika belum mengenal Akan Allah. Jika demikian, berarti banyak yang mendustai Allah dalam Amal Ibadah….??? Ya….. Renungkanlah…!!!!.

Ada yang hanya menyangka-nyangka bahwa Allah itu sangat dekat sekali tetapi ia sendiri belum lah mengetahuinya…..,apakah ini….. bukan yang di katakan Meyakini bahwa Allah sebagai Tuhannya ???
Ada pula yang mendapatkan suatu penghabaran tentang Allah itu bersemayam di atas Arsy’, tetapi ia sendiri belumlah mengetahuinya, apakah Arsy’ itu dan dimana Arsy’ itu, bukankah Allah tidak bertempat??…..apakah ini …. Bukan yang di katakan Meyakini bahwa Allah sebagai Tuhannya ???

Bukankah Allah telah menegaskan dengan Firmannya yang sangat Nyata sekali, Bahwa :
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS, Al-Baqarah:115).
“Semuanya itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah yang kamu dustakan?”. (QS, Ar-Rahman:26-28)

Salahkah kita yang beribadah untuk menuju kepada Allah tetapi tidak mengetahui dan tidak mengenal kepada Allah? Tidak!!!, kita tidak salah!!!. Akan tetapi sangat-sangat bodohlah kita, kenapa kita tidak menuntut Ilmu untuk bisa mengetahui dan mengenal akan Allah. Karena kebodohan itulah….. kita selalu menurutkan Hawa Nafsu kita dan selalu membenarkan Prasangkanya yang kita sendiri belum mengetahui kebenaran sesungguhnya di balik apa-apa yang kita prasangkakan itu. Dan karena itulah yang menyebabkan Dosa bagi diri kita.
Sehingga pada kebenaranya, Allah sekali-kali tidak ingin menyiksa Hambanya karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, akan tetapi karena diri kita sendirilah yang tidak mengerti dan tidak mengetahui karena tidak mencari tahu maka kita menjadi Tersiksa.

Tersiksa oleh tekanan-tekanan Batin, tersiksa oleh prasangka-prasangka, tersiksa oleh bayangan lamunan, tersiksa oleh perasaan di diri. Yang itu semua menunjukkan bahwa kita itu telah jauh dari pada Allah karena mengenal Allah hanya sebatas reka-rekaan yang menurutnya itu sudah benar adanya.

Jika ingin mengetahui bahwa diri kita telah dekat dengan Allah yang sebenarnya, maka diantara tanda-tandanya adalah :
Tidak bangga apabila menerima pujian-pujian,Tidak takut dan berkecil hati jika di caci dan di cela.
Hati kita selalu dalam ketenangan beserta Allah walau apapun duka cita dan persoalan datang pada diri kita.Akhlak kita akan berubah menjadi akhlak yang terpuji.
Hati kita akan diliputi oleh Cinta Kasih Allah dan teraplikasi Cinta kasih itu kepada siapa saja, tidak berprasangka buruk atas tiap-tiap sesuatu, karena kita Melihat Allah di balik sesuatu itu.
Jika berprasangka buruk, maka sama halnya ia berprasangka buruk kepada Allah,senantiasa berprasangka baik terhadap sesuatu, karena dibalik itu Allah menyampaikan Ilmu yang tersirat bagi yang memikirkan nya.

Semoga Allah memudahkan bagi kita semuanya untuk lebih mengenal akan diri-Nya, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, Esa dengan sendirinya dan Laisa Kamitslihi Syai’un (Tidak bisa dipermisalkan dan disamakan dengan sesuatu apapun).

Dengan Dzikir Nafas di setiap hembusan Nafas terus menerus kita diajarkan lurus ke Allah untuk dapat mengenal NYA…..”One Nafas One Dzikir…. Huu……Allah”.
Ilahi Anta Maqsudi Waridhoka Matlubi
Ilahi hanya Engkaulah yang kumaksud dan ridhoMu yang kuharap
Terima kasih ya Allah…..terimakasih atas semuanya…..Alfatihah….Aamiin… Ya… Robbal ‘Aalimiin.

TOTO KROMO

Apa sih makna dan arti toto kromo ..? toto kromo adalah suatu sikap atau tindakan yang mengikuti aturan atau kaidah2 tertentu . dan biasanya di hubungkan dengan aturan agama atau kebiasaan2 baik masyarakat . semisal cara hubungan antara seoseorang yg lebih muda dengan orang yg lebih tua . bagaimana kita bersikap dalam bertamu , sikap seorang istri kepada suaminya , sikap seorang anak terhadap orang tuanya , bagaimana kita menghormati guru dan teman dll. memang jenis aturanya tidak tertulis dan mengikat . tapi sangat besar dan penting bagi seseorang yang ingin belajar dalam berhubungan dengan Allah . dan toto kromo ini juga menunjukan siapa jati diri kita . semakin dalam / besar keimanan seseorang semakin baik/ halus toto kromonya . toto kromo / sikap ini juga menunjukan seberapa baik orang itu . semisal dalam bicara aja , kalau bicaranya kasar dan membentak2 ini menunjukan bahwa orang tersebut juga kasar dan ngak berilmu . Apalagi dalam berhubungan dengan ALLAH kita harus benar2 tahu diri dan mengerti siapa kita . Dalam bersikap / toto kromo ini dengan Allah kalau kita tidak menggunakan toto kromo bukan saja kita merugi dan tidak baik tapi kita berdosa . karena Allah sudah memberikan aturan dan cara2 bersikap /berhungan dengan sesama bahkan dengan Allah kita tidak mentaatinya bahkan melanggarnya . bahkan yang lebih parah lagi kita bisa berbuat syirik tanpa kita sadari dan kita mengerti . jadi begitu penting toto kromo ini dalam berhubungan sesama dan Allah . mari kita selanjutnya belajar toto kromo dengan Allah . banyak sekali sebenarnya sikap dan itikot kita dalam kehidupan sehari2 yg menunjukan kita / masyarakat tidak toto kromo dengan Allah . bagaimana kita sering masih tidak menerima keputusan ALLAH . misal aja ada hujan karena kepentingan dan kesibukankita kita , kita berharap tidak hujan . bukankah dengan bersikap begitu seolah olah kita tidak terima ada hujan yg di datangkan Allah . demikian juga ketika matahari terik dan berkepanjangan sering kali kita protes dan mengeluh . seolah olah ALLAH serba salah di hadapan kita . kasih hujan mengeluh kasih terang mengeluh . ada lagi sikap yang tidak toto kromo dan lebih besar dari itu . ketika kita sakit lalu kita berobat , entah dokter , alternatip dll lalu sembuh . kita tidak sadar berkata ; untung ada si A , B dll kalau tidak saya udah meninggal . bukankah dengan demikian kita seolah olah menghilangkan / tidak menganggap Allah sebagai penolong atau ALLAH yg menyembuhkan . kita kecelakaan dan kita berkata untung saya di tolong si A , B dll , bukankah ini salah dan mengurangi ketauhidtan kita . kita masih sering menganggap ada penolong2 selain Allah . dan lebih parah lagi kita tidak menyadarinya . ada yang lebih bahaya dari itu semua kalau kita udah memasuki hakikat . bentuknya lebih halus ngak ketara tapi kita sangat menyakiti dan menyinggung Allah . 0leh sebab itu toto kromo sangat penting sekali dalam kita bersikap terhadap Allah . bukankah kita masih sering menganggap ada tuhan selain Allah . kita sering menuhankan kehebatan2 kita , ilmu , kekayaan , jabatan , keberhasilan/ sukses dll . Bukankah semua itu hanya titipan aja . bukankah semua itu bukan milik kita . semisal saja kita di titipi seorang sahabat mobil, rumah , pekarangan dll. lalu kita dengan sombongnya berkata bahwa itu adalah milik kita dan kita pamer pamerkan , padahal sahabat kita posisi di dekat dan bersama kita apakah sikap tersebut patut / toto kromo ? kita masing sering mengaku aku yg bukan milik kita . bahkan hidup aja masih kita aku . mari mulai sekarang belajar bersikap dan toto kromo terhadap ALLAH .

panggung sandiwara

ya memang kehidupan ini bagai panggung sandiwara . kehidupan bagai sebuah film / sinetron . ya ada sutradara , aktor , aktris, peran pembantu , kamerawan dll. semua melakukan tugasnya masing2 sesuai dengan arahan / aturan sutradara . semua mengikuti aturan yg udah di tetapkan . bahkan sang sutradara juga mempunyai peran yg sudah ada. walau kadang sang sutradara sebagai pucuk pimpinan dari semua permainan / pembuatan film atau sinetron dia ada aturan2 yg tak tertulis yg harus di patuhi . semisal saja sang sutradara tidak mengikuti kaidah2 tentang pembutan film / sinetron maka secara otomatis film atau sinetri tersebut gagal buat atau tidak laku di pasaran . dan semua yg dibawah pengaturan sang sutradara harus mengikuti aturan yg sudah di berikan oleh sutradara sesuai dgn tugas dan peran yg harus di lakukan oleh masing2 pemain . seorang pemeran pembantu dia harus jadi seperti benar2 pembantu sesuai arahan sutradara . kapan dia harus menangis . kapan dia harus tertawa dan kapan dia harus melakukan tugas2 pembantu harus benar2 mengikuti aturan sutradara. kalau seorang peran pembantu melenceng sedikit aja dari pesan2/ aturan yg udah di berikan sutradara , bisa2 dia dapat peringatan bahkan bisa di pecat dari daftar pemain . karena dia tidak mengikuti aturan . dan sebaliknya pabila seorang pemain entah itu aktor , aktris, peran pembatu , kamerawan dll pabila mengikuti aturan sutradara dan berperan bagus dalam perannya maka dapat penghargaan dan hadiah . semua sudah diatur dan ditetapkan hukum2 dan aturanya. begitu pula kehidupan ini . kehidupan ini bak panggung sandiwara AKBAR . semua sudah diatur dan ditetapkan hukum2 / aturan . baik yg tertulsi dan yg tidak tertulis di dalam syariat . semua harus mengikuti aturan . siapa2 yg taat dan mengikuti aturan yg sudah ditetapkan mendapat pahala dan siapa2 yg melanggar aturan mendapat sisksa . semua hukum aturan udah di tetapkan dan ALLAH / sutradara kalau bikin aturan / hukum komplit dan sempurna . meliputi semua segi kehidupan bahkan dari yg terkecil sekalipun ada . dan hukum2 itu bisa di nalar manusia dan masuk akal . jadi apabila ada orang semisal mengalami pengalaman rohani dan tidak dapat di buktikan secara nalar atau ilmiah , berarti pengalaman itu bukan berasal dari ALLAH/ sutradara. semua aturan komplit , tinggal kita pandai memahami dan melihat aturan itu pabila kita ingin hidup bahagia dunia akhirat . untuk kaya udah ada aturannya , pingin dapat istri , jabatan , kemulia, mendidik anak , hubungan suami istri , hubungan dgn ALLAH , hubungan dgn sesama yg baik dll . semua sudah ada bahkan ingin kehidupa akhirat yg bahagia dan di ridhoi allah semua ada dan komplit . sekarang tinggal kitanya mau mengikuti aturan atau tidak . semua tergantung pada kita . dan hakikatnya semua yg ada dalam proses pembuatan fil / sinetron tersebut beserta semuat perangkat termasuk sutradaranya adalah satu jua . begitu juga semua kehidupan ini , SEMUA pokoknya beserta jagat raya , dunia , akhirat dll semua adalah satu jua . laillah haillallah tidak tuhan selain ALLAH . semua yg tampak oleh kita hakikatnya hanya satu jua . dengan kata lain sesungguhnya dunia ini tidak ada . kenapa kita sebagai tampilan yg sesungguhnya sempurna kok tidak sempurna ? ya karena kita mengikuti aturan yg sudah di tetapkan . kita bukan sutradara yg begitu banyak wewenang dan tugasnya . trus kenapa kita masih memerlukan bantuan dan perlindungan ALLAH /sutradara ..? ya karena sesuai dgn aturan yg sudh di tetapkan .

Di Keheningan Malam Merenung Tentang Diri

Tidak ada kepastian dalam hidup, yang ada hanyalah ketidakpastian yang sedang melukiskan dirinya. Obyek yang terlihat dan subyek yang melihat, keduanya sedang mengarah kearah keketidakpastian. Harapan dan kenyataan sering bertolak belakang, walau sesekali keduanya tampak beriringan. Mereka sedang bertikai memperebutkan identitas. Sebuah peperangan dan pergulatan bathin yang selalu terjadi sepanjang waktu yang tidak mungkin di menangkan. Maka menjadi seorang pelaku yang terlalu berharap banyak kepada hasil bukanlah sebuah ide yang tepat. Hal itu justru semakin menjauhkan diri dari alur realita yang sebenarnya. Dari kebenaran yang sesungguhnya yang tersirat.

Tetapi ketika kita mengalihkan pemahaman bahwa sesungguhnya diri sedang menjadi saksi sebuah moment penciptaan. Maka semua ketidakpastian yang hadir akan luluh dalam cahaya pengetahuan sejati. Sebuah pemahaman yang menyibakkan berbagai sekat kepalsuan yang menutupi kebenaran diri.

Hadir dan menjadi saksi, dalam setiap tindakan adalah langkah terindah. Mempersembahkan segenap kesadaran pada setiap perubahan, dan menjadikannya sebagai sebuah kekayaan bathin untuk selalu sadar akan wujud jatidiri adalah langkah awal dalam persembahan. Menjadikan hidup sebagai sebuah persembahan kepada nilai-nilai diri yang agung. Sebuah wujud karunia illahiyah yang bersemayam dalam relung terdalam pada setiap anak-anak kehidupan.
Tidak ada kekotoran, yang ada hanya sebuah penjernihan. Sebuah proses yang mesti terjadi pada setiap pelaku kehidupan. Kita adalah anak-anak kesadaran yang sedang berproses menyadari dirinya. Proses yang tidak bisa diwakilkan, proses yang mesti dialami sendiri, ditempuh sendiri. Siapapun tidak bisa membantu kita. Hanya tekad yang kuat, tekad yang bulat yang lahir dari diri sendiri yang mampu menggerakkan setiap langkah.

Ada kalanya kita sering tertatih-tatih dan babak belur sebelum proses penyadaran itu terjadi, terjungal dan terjerembab pada konflik-konflik yang sama sepanjang masa kehidupan.
Keresahan kegelisahan hadir sebagai tanda, sebagai sebuah tanda bahwa jiwa sedang hadir dan bersemayam dalam tubuh, tubuh fisik yang sedang mengalami proses menuju kematian, menuju ketiadaan.
Rasa gelisah mewakili berbagai bentuk ketidaksadaran yang lahir dari jiwa yang berada di luar lingkaran kebenaran dirinya. Ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang hadir adalah sebagai tanda bahwa jiwa berada didalam lingkaran kebenaran akan jati dirinya. Sebuah rasa yang mewakili bentuk kesadaran jiwa akan adanya potensi illahiyah, sebuah keadaan bahwa jiwa adalah kekal dan abadi adanya. Lalu apa kaitannya antara kegelisahan, maupun rasa bahagia dengan keadaan jiwa?
Ketika seseorang sedang gelisah dan dipenuhi rasa takut, sesungguhnya ia sedang berada di luar inti dirinya. Ia sedang mengalami proses penjernihan, ia sedang mengalami proses pembersihan, proses penyeimbangan bathin.

Dan ketika seseorang berada dalam lingkaran kebenaran akan jatidirinya. Ia akan melihat kedamaian dan rasa bahagia sebagai identitas asli jiwanya.Menikmati sebuah kelegaan yang menghadirkan rasa bahagia, karena ia telah melihat kebenaran. Bahwa jiwa sesungguhnya abadi dan tak pernah terkotori.
Kegelisahan lahir dari ketidaktahuan, kebahagiaan lahir dari pengetahuan, pengetahuan sejati tentang hakekat diri. Kebahagiaan itulah sesungguhnya kebenaran yang menjadi hak milik hakiki bagi setiap anak-anak kehidupan. Demikian semoga setiap makluk berbahagia, dengan menyadari dirinya. Dengan Dzikir Nafas di setiap hembusan Nafas terus menerus kita dapat merasakanya…..”One Nafas One Dzikir Huu……Allah”.
Ilahi Anta Maqsudi Waridhoka Matlubi
Ilahi hanya Engkaulah yang kumaksud dan ridhoMu yang kuharap
Terima kasih ya Allah…..terimakasih atas semuanya…..Alfatihah….Amiin.

DENGAN DZIKIR NAFAS,KITA DI BIMBING MENGIKUTI KEHENDAK ALLAH..!

Di saat mengamalkan dzikir nafas..kita mengikuti setiap keluar masuk nya nafas. Mengikuti daya yg ada pada nafas dan di iringi dzikir yg SADAR ALLAH maka jiwa kita akan terpanggil menuju ALLAH.. Kepasrahan total pada ALLAH membuat kita hanya mengikuti saja apa yg di kehendaki ALLAH. Itu perjalanan jiwa. Jiwa/roh yg penuh kesadaran akan ALLAH SWT.

Apabila istiqomah berdzikir nafas,Ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita juga terpanggil mengikuti apa2 yg di kehendaki ALLAH. Layak nya kesadaran yg mengikuti nafas.. Kita pun mengikuti apa2 yg di kehendaki ALLAH. Tiba2 akan muncul suatu kehendak dr dalam diri.. Kehendak itu di luar dari keinginan kita pribadi(bukan kehendak kita).
Seperti ada suatu daya yg membimbing kita utk melakukan sesuatu.. Padahal kita sebelum nya tidak pernah terpikirkan sesuatu itu! Apabila kita peka..dan mengikuti,maka kita akan di bimbing kepada apa2 yg di kehendaki ALLAH.
Awal nya memang ragu..Terkadang kita bingung,apakah benar atau salah keputusan kita itu..??? Karna terkadang kehendak itu tidak masuk di akal atau seolah tidak mungkin bagi kita bahkan kita terkadang merasa sia-sia apa yg kita kerjakan itu,karna tiada terlihat nya suatu hasil. Di sini kita harus nekat dan mempercayakan pada ALLAH.

Setelah kita sdh berserah dan mempercayai ALLAH.. Maka ikuti kehendak yg dari dalam diri itu. Apabila di ikuti,nanti makin jelas..di ikuti lagi,lebih jelas lagi..ikuti truss nanti akan lebih jelas lagi apa2 yg di kehendaki ALLAH. Sampai akhirnya jelas atau terjadi apa yg di kehendaki ALLAH itu. Apabila kita bisa mengikuti kehendak ALLAH ini.. Apapun yg terjadi pada diri kita..baik dan buruk nya yg terjadi,hati ini iklash,sabar,tenang.. dan selalu berprasangka baik pada ALLAH.

Layak nya mengikuti nafas.. Kita akan mengikuti saja apa-apa yg di kehendaki ALLAH..! Mengikuti kehendak ALLAH adalah sesuai dengan apa yg kita butuhkan,karna ALLAH MAHA MENGETAHUI..apa yg kita butuhkan. Bukan mengikuti keinginan kita!!!

Setelah mengikuti kehendak ALLAH kita akan merasakan KEBAIKAN dalam hidup kita walaupun itu bukan yg kita ingin kan.

Marilah amalkan dzikir nafas sehingga jiwa dan raga iklash mengikuti kehendak ALLAH..

ALLHAMDULLILLAH

Kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita . dan setiap orang udah pasti pernah mengucapkannya . coba mari kita telaah lebih dalam lagi makna di dalam kata itu. biasanya kita mengucapkan kata itu pabila kita mendapat sesuatu yg menyenangkan . bisa bentuk apa aja . dan kita meyakini bahwa yg menyenangkan itu datangnya dari Allah . tapi kenapa kita mengucapkan kata itu sedikit sekali ? dalam sehari kita mengucapkan kata syukur / alhamdullillah kok sedikita sekali . lalu apakah Allah yg mendatangkan sesuatu kesenangan / keindahan , kebahagiaan dll itu hanya sedikit saja ? jawabannya pasti tidak . lantas kenapa kita kok ngak menyadarinya dan mengetahuinya .? karena kita terlalu di sibukkan dengan aktifitas keduniawian . kita terlalu disibukan dgn pikiran2 keduniawian . kita terlalu mencintai dunia yga berlebihan , sehingga kita lupa akan Allah . dan lebih fatal lagi kita lupa akan segala hal yg diberikan Allah . coba kita bertafakur ..? bukankah Allah sudah memberikan semua pada kita ..? bahkan Allah merendahkan DERAJATNYA untuk kita . sampai2 Allah memberikan hak mandat / putusan pada kita . bukankah kita bisa apa saja sesuka kita . kita bisa menentukan kesenangan , calon istri/suami, pekerjaan , tempat tinggal dll . bukankah itu sebenarnya / hakikatnya hak Allah . kita bisa menikmati musik dan bersenang2 sesuka kita dan kapan saja . bukankah kita di kasih suami/istri dan anak yg dapat menyenagkan kita sewaktu2 dan sesuka kita kapan saja . belum rejeki yg di berikan Allah … kita bisa memamfaatkan dan menikmatinya kapan saja sewaktu2 sesukakita . pokoknya seolah olah kita bisa bersenang senang sesuai kemauan kita . bahkan kita bisa mengatur kesenangan kita yg tidak mengeluarkan biaya sama sekali . maaf .. kita bisa berkumpul dgn istri sewaktu2 dan sesuka kita. kita di dalam dan di luar rumah bisa senang dgn melihat anugrah Allah berupa pemandangan , tingakah laku anak dan istri kita yg menggemaskan , kejadian2 yg datang pada kita , sanjungan keluarga dan orang lain . apakah itu semua bukan anugrah / pemberian ALLAH .? yg jelas semua datangnya dari ALLAH .sudahkah kita mengucap Alhamdullillah / bersyukur atas semua itu ..? lebih dalam lagi pernahkah kita mensyukuri nikmat sehat ..? apakah bisa semua kenikmatan diatas kita nikmati kalau kita tidak sehat/sakit ..? lebih dalam lagi pernahkah kita mensyukuri nikmat iman . bukankah iman ini sumber kebahagiaan dunia dan akhirat . apa untungnya kalau kita dapat kenikmatan dunia tapi akhiratnya tidak selamat . ada lebih dalam lagi kenimatan maqom / derajat tinggi yg di berikan Allah . sudahkah kita bilang Alhamdulliah. bukankah bisa saja Allah memberi derajat kisa sama saja dgn yg lainnya atau kita malah dibawah lainnya . oleh sebab itu mualai sekarang diri ini dan kita semua mari belajar kita perhatikan lingkuangan dan sekitar kita dengan tafakur dan merenung . dan hasil dari itu semua kalau kita tahu dan kita mengerti bahwa kita di beri oleh Allah otomatis tanpa diperintah kita akan bisa berkata Allhamdulillah . dan kata yg kita ucapkan tidak sedikit lagi dalam sehari . karena kita TAHU yg di berikan Allah juga tidak sedikit . dengan kesadaran semacam ini bukannya kita tetep dalam berucap Alhamdullilah melainkah tambah waktu tambah banyak ucapan alhamdullillah kita .

Bedanya dzikir di lisan dan dzikir di dalam hati/qalbu..

Orang yg berdzikir di lisan belum tentu hati nya ingat atau menyadari ALLAH. Ada orang yg berdzikir ratusan bahkan ribuan kali hanya sebatas di lidah/lisan. Sudah Capek,tapi tiada faedah dlm kehidupan sehari-hari masih saja melakukan maksiat,masih berbuat dosa,syirik dan dengan gampang lidah itu mengucapkan hal yg tercela.
Mengapa demikian..? Karna di hati nya tidak hadir apa yg di dawamkan dalam dzikir itu (jasad nya belum berdzikir)!
Berbeda dzikir yg di dalam hati/qalbu.. Kesadaran jiwa nya benar2 menghadirkan apa yg di dawam kan hati dan lisan,yaitu.. menyadari ALLAH.

Mengapa ada orang yg tidak merasa bersalah melakukan dosa dan hal yg tidak baik? Karna sang AKU(yang di dalam diri) belum punya peranan atau mengontrol sang diri/jasad. Di saat kita melakukan dosa,apabila ada rasa penyesalan di hati/qalbu itulah tanda bahwa sang AKU(yg di dalam diri) tidak menerima apa yg di lakukan jasad karna terjerumus hawa nafsu yg tidak baik..!

Kalau benar hati nya berdzikir kepada ALLAH,maka prilaku jasad juga berdzikir(menyadari ALLAH). Akan tercermin di kehidupan sehari-hari..

Bagaimana kah jasad yg berdzikir..?
Jasad akan menolak semua keinginan nafsu yg menjerumuskan ke arah yg tidak baik atau dosa..jasad hanya mau berbuat yg baik2 saja! Karna semua kehendak jasad di kontrol oleh jiwa yg SADAR ALLAH..

Mari benahi dzikir kita.. Sudahkah jasad kita ikut berdzikir..?

Amalkanlah dzikir nafas,yaitu dzikir yg di dalam qalbu yg penuh kesadaran akan ALLAH..sehingga jasad mu pun ikut berdzikir..!

HUU..ALLAH..

kedekatan dengan Allah

Tentang kedekatan   mungkin pemahaman saudara2 sama dengan saya . yaitu kita merasa di awasi . ya mungkin pemahaman kita seperti kita kalau dekat dengan istri atau anak , kita duduk bersebelahan . seseorang yg kita dekati ada di samping atau di hadapan kita . bagaimana halnya kalau dengan Allah …yang selama ini orang awam belum begitu mengenal Allah sampai hakikat . orang awam belum mengerti tentang wujud / tampilan Allah . bagaimana mungkin dia bisa membayangkan atau merasa dekat dengan Allah . mungkin pemahaman mereka sebatas percaya dan yakin kalau Allah itu ada . bagi yg tingkat pemahamannya lebih lagi dia merasa diawasi . dia seolah olah di lihat terus oleh Allah . dan ini untuk tahap yg masih awal belum bisa berlangsung terus menerus . ya kadang merasa dilihat kadang yg lupa /tidak menyadari di lihat. masalah kesadaran ini juga hidayah dan tidak bisa dibuat2 atau dipaksakan . seperti perasaan cinta pada seseorang tidak dapat di paksa. timbulnya udah anugrah dari Allah . gitu aja ibarat tanaman klu kita ngak pandai2 menjaga dan merawatnya lama kelamaan juga bisa layu bahkan mati . kesadaran kedekatan ini jug begitu . juga sama dgn cinta kita. Dan ternyata juga kedekatan ini berlapis lapis .ya seperti cinta kita bukankah berlapis lapis rasanya / kesadaran kita dan kedalaman rasanya . ada yg kangen2 biasa saja . ada yg ingin segera ketemu . ada yg menggebu gebu. ada yg dalam sekali saking kangennya kita sampai menangis rindu dst .kedekatan dgn Allah yg mersa diawasi tadi sifatnya masih di luar . walau itu udah kita rasakan terus menerus . lapisan/ tingkatan selanjutannya  udah masuk ke dalam . kesadaran dekat dengan Allah udah tidak seperti kita duduk bersebelahan/dihadapan kita lagi . bukan kesadaran di awasi lagi . tapi seolah oleh udah masuk ke dalam bagian tubuh kita . kita udah tidak merasa dekat berdampingan lagi . kita sudah sadar bahwa kita dekat menyatu dengan kita .kita udah merasa dekat di dalam qolbu kita. kalau di teruskan kita udah dekat ….masuk lebih dalam lagi . kesadaran kita di sekeliling kita seolah olah menyatu dan terfokuskan pada kedekatan kita tadi . seolah olah kita hilang tapi ngak hilang karena kita sadar . seolah olah kita ada tapi perasaan ngak ada karena seluruh rasa udah diliputi oleh kedekatan tadi . semua yang kita rasakan terfokus di dalam tubuh , qolbu kita dan dalam . kedekatan yg terfokus dalam diri kita dan diri kita seolah olah udah tidak ada lagi tapi kita sadar dan luas sekali . fokus kita sebatas tubuh , jangkauan kedekatannya luas tak terbatas .