Tak Tersentuh Riya’ Ujub dan semacamnya

dimana kita ketika mempraktikkan Dzikir Nafas?
kenapa kita tak menemukan setan malaikat dan yg lainnya?

ketika melakukan Dzikir Nafas, dimensi kita ada diatasnya dimensi mereka.

untuk sementara, jasad kita ini berada dalam dimensi terendah (dimensi materiil) yg disebut oleh Sang Pencipta sebagai “tempat serendah rendahnya”.
sedangkan dimensi mereka ada di dalam dimensi non materiil, setingkat diatas dimensi materi.

sifat Sombong, Ujub, Riya’, Egoisme, Bangga diri, dlsb berada dalam wilayah yg sama. diatas materi, termasuk dalam kategori non materi, karena tidak lagi berujud materi.
ilmu, persangkaan, halusinasi dan semacamnya juga ada dalam dimensi ini. termasuk juga kegalauan, kesenangan dlsb.

ketika kita memasuki dimensi ini, biasanya kita mendengar keramaian yg lumayan luar biasa.
misalnya ada yg membisikkan “jangan begitu, itu tidak diridhoi Alloh”. kemudian aja juga pihak lain yg mengatakan “lakukan saja, itu kan bermanfaat bagi orang lain”.

nah kesimpang siuran akan kita dapati. kalau kita terlalu memperhatikan, bisa bisa kita mengalami konsleting. kemudian muncul halusinasi halusinasi.

namun tenang saja, aman jika kita mau mencuekinya.
apapun yg dibisikkannya. abaikan saja. apapun itu entah yg seolah tampak baik ataupun yg seolah tampak buruk.

nah… dalam proses pengabaian ini, kita harus punya tujuan kemana agar tidak terjebak disini.
kalau kita bertujuan sakti, kita akan mendapatkannya.
kalau kita ingin dilimpahi ilmu ilmu rahasia, kita akan menemukannya.
apapun tujuan kita akan kita dapati

“segala sesuatu tergantung niatnya”

nah berhubung kita semua adalah orang orang yg benar2 ingin berjumpa dengan Alloh, maka tujuan kita pasti akan ke Alloh.

oke sekarang kita bangun niat kita ke Alloh. apapun yg diatas tadi kita abaikan untuk berjalan lurus ke Alloh.

semakin kita melangkah, semakin kita meninggalkan dimensi tersebut. secara otomatis kita sudah tidak lagi tersentuh Riya’, Ujub, Sombong, Egoisme, dll.

kalau kita sudah berhasil melewati hal tersebut… jalan bebas hambatan sudah tergelar. tak ada lagi apapun termasuk setan maupun malaikat.

sesudah ketemu jalan bebas hambatan, silahkan melesat menuju Singgasana Alloh secepat cepatnya.

Welcome to The Arsy ….

Perjalanan ku

Perjalanan ini sungguh membuatku tak berdaya
Satu saat ku dibawaNYA memasuki alam keputus asaan
Yang benar benar menghimpit diriku didalam kekalahan yang hebat
Seolah olah semua yang kulakukan adalah salah dan salah

Seakan aku dibuatnya hancur berantakan
Hatiku menjerit sedih tak bisa berbuat apapun
Sendiri menyendiri kemana mereka seolah meninggalkanku
Yaaaaaaaaaa Alllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

Mengapa semua pergi begitu saja meninggalku sendiri
Ditinggalkannya aku disebuah perempatan besar
Sementara kemanakah harus kulangkahkan kakiku dalam kesendirian
dalam keputus asaan dan kebodohanku inii

Semakin hari semakin ku dibuatnya bingung, bodoh…
Setiap langkah yang mau kutempuh seolah selalu salah
Akhirnya kuterduduk lunglai dalam keputus asaan
Ku berteriak dalam hatiku menjerit sampai ke dasar jiwaku

Yaa Allaaah, Yaa Allaaah, Yaaa Allaaaaaaah……..
Kumenangis sendiri diam seribu bahasa ……
Satu saat kemudian hatiku berkata kembali dalam jeritan
Sungguh sungguh Yaa Allaaaah kutak mampu menghadapi semua ini

Ya Allaah kuserahkan semua sungguh ini milikMU bukan milikku
Ya Allaah kekembalikan semuanya aku tak mampu mengurusnya apalagi membereskan dan memperbaikinya
Ya Allaah kupasrahkan semuanya biarlah aku hanya menjadi alat, sebuah darma
Ya Allaah silahkan Dikau yang bekerja hamba siap dengan segala akibatnya

Hamba sudah lelaah
Hamba tak mampu lagi membawa diri ini
Sungguh berat rasanya langkah kaki ini
Silahkan silahkan apapun yang terjadi biarlah kehendakMU yang jadi

Tiba tiba hatiku menangis menjerit lemah tak berdayaaaa
Seolah olah aku tersungkur dan tersungkur lebih dalam lagi
Dalam sangat Dalaaaaaaaam sekali dalam ketak berdayaan
ketak berdayaan yang tumbuh dari dasar hatiku

Menembus relung jiwaku
Melemahkan seluruh egoku
Menghancurkan seluruh keputus asaanku
Meniadakan seluruh dayaku yang tersisa

Sungguh sungguh indah rencanaMU Yaa Allaaaaah
tanpa kusadari engkau sedang mengikis sedikit demi sedikit
Ego dan keakuanku yang masih tertinggal dalam diri ini
Kutemukan ketidak berdayaan yang sesungguhNYA yang membuatku tak sanggup bahkan hanya untuk mengangkat kepalaku

Tersenyum sudah.. Terjawab sudah..
Ternyata sang diriku belum benar lenyap
Ternyata kuberjalan selama ini dengan sisa diri
Sampai Engkau melenyapkan sang diri oooooooooo terima kasih Allah

Melalui Dzikir Nafas ku temui ketenangan jiwa yang tiada tara, dengan Dzikir Nafas aku baktikan sisa kehidupan yang ada kepada si pemberi KEHIDUPAN padaku…..Huu…….Allah………Alfatihah…….Amin Ya Allah Ya Robbalálamin.

setiap perjalanan ke Allah ada sensasinya

Setiap kita melangkah mendekat kepada Allah pasti ada sensasinya, sama seperti kita berjalan pasti ada yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Bisa jadi kita tidak merasakan apa apa atau tidak melihat apa apa karena mungkin kita sedang fokus ke Allah sehingga semua terabaikan. Tapi pada umumnya dan ini sangat wajar, bahkan kalau saya dapat menjadi pelajaran bahwa setiap perjalanan spiritual mendekat kepada Allah ada satu sensasinya. Dimana sensasi ini berbeda beda. Sayapun tidak akan sembarang menceritakan sensasi ini, sebab bahaya, bisa bisa orang yang tidak merasakan bisa menuduh saya sesat ini dan itu bukan karena kebenarannya tapi karena yang menuduh sesat ini tidak ada pengalaman sama sekali… (mungkin orang ini tidak melakukan perjalanan spiritual). Makanya saya rahasiakan sama seperti saya menceritakan nikmatnya hubungan sex dengan istri saya kepada anak sekolah dasar kelas 6.. wah pasti bingung bingung…. bisa bisa saya dikeroyok anak anak SD.. haha… nikmatnya hubungan sex akan saya rahasiakan kepada anak SD tapi tidak lagi rahasia bagi kawan saya yang sudah menikah…. pasti ceritanya sama dan tidak jauh berbeda dalam hal ini ilmu nikmatnya sex sudah tidak rahasia lagi.

oleh karena itu bagi kita yang menjalankan perjalanan spiritual jangan berdebat yang tidak menjalankan spiritual. Kalau hanya debat teori tasawuf atau debat ilmu makrifat maka yang di dapat hanya dongkol… sebab tidak nyambung. maka ceritakanlah kepada kawan seperjalanan, jangan kawan yang hanya duduk di warung HIK nongkrong tidak kemana mana hanya bicara saja tanpa ada lakunya.

kalaupun sama lakunya kalau beda jalan ya jangan cerita … bisa bisa dia bunuh kita he he … lho kok bisa .. lha iya sama sama jalan disekeliling kita pohon rambutan … durian.. mangga tinggal pilih  dan makan sedang jalan yang dijalankan tidak ada satupun buah-buahan yang muncul… jangan pernah sekali kali kita cerita bahwa perjalanan saya menemui banyak buah buahan…. pasti dia akan menolak.

baik, sebagai pejalan kita wajib mendiamkan jika ada orang yang tidak mempercayai apa yang kita alami… karena memang kita tidak wajib untuk mengingatkannya bahkan bisa haram ! sebab apa haram sebab kalau diingatkan malah merusak tali silaturahmi… biarkan saja ….asal lurus ke Allah nanti akhirnya juga akan sama sama menemui… Allah mendidik hambanya sesuka suka Dia.

Berlatih berserah pd Allah

Bismillahirrahmanirrahim‎

Posisikan tubuh relaks dan santai ,Silatun ke Allah on kan Huu Allah….trus kuat kan “kesadaran pada Allah” Innalillahi wa innailahi rajiun ….. sy berangkat menghampiri engkau Yaa Allah , Lailahaillallah ……. Trus mendekat berteriaklah sekeras2 nya tapi hanya didalam ” Hati ” Allah , Huu Allah , diri mulai bereaksi menyaksikan ….. “Diri sejati ” pasti Berserah , Laa haula wala quwata illaa billaahil ‘aliyil adhim …….. Rontok semua keakuan yg palsu.

Posisi tetap menjaga kesadaran…… Kalau kita sdh merasa cukup … Ucapkan terima kasih kita pd Allah 

 

 

 

Mari Berdoa

Yaa Allah … Yaa Robbi di Kaki-Mu hamba bersimpuh …

• Yaa Allah … Yaa Robbi… Engkaulah tujuan hamba, kumohon Rido-MU kumohon Cintamu serta hamba berharap perjumpaan dengan-MU

• Yaa Allah … Yaa Robbi bukakanlah pintu hati hamba seluas – luasnya. Terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah dan Iman sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari

• Yaa Allah Yaa Robbi … terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat_MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU agar semua kemarahan-kebencian-dendam-kesombongan-kedengkian-kerakusan-keserakahan-ujub-ria dan takabur dibersihkan dari hati hamba, diganti dengan Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU.

• Yaa Allah … Yaa Robbi … Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Suci Engkau, sesungguhnya hamba orang yang zholim, hamba telah menganiaya diri hamba sendiri. Ampunilah segala dosa-dosa hamba baik yang hamba sadari maupun yang tidak hamba disadari, sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa hamba kecuali Engkau Yaa Allah …

• Yaa Allah … Yaa Robbi … Terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah dan Iman agar hamba dapat membedakan yang haq dan yang bathil, yang benar dan yang salah… berilah hamba kekuatan dari sisi-MU yang bisa menolong untuk melaksanakan yang haq dan menghindarkan yang bathil agar hamba tetap berada di Jalan-MU .. Yaa Allah …

• Yaa Allah … Yaa Robbi … Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang … Berilah hamba kekuatan dari sisi-MU untuk bisa memaafkan mereka yang menzholimi hamba baik di lingkungan keluarga hamba, di tempat hamba bekerja serta dimanapun hamba berada. Ampunilah mereka karena sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya. Bukakanlah pintu hati mereka seluas-luasnya agar mereka pun bisa menerima pancaran Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU …

• Yaa Allah … Yaa Robbi … Bukakanlah pintu hati setiap sel di seluruh tubuh hamba, agar setiap sel di seluruh tubuh hamba bisa menerima Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU. Ganti dan bersihkanlah setiap sel diseluruh tubuh hamba dari semua energi negatif serta dari semua jenis penyakit, diganti dengan Cahaya Rahmat-MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU.

• Yaa Allah … Yaa Robbi … Biarkanlah Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU bersinar semakin terang … semakin terang dan semakin kuat di dalam hati hamba dan di dalam setiap sel di seluruh tubuh hamba sehingga hati hamba serta setiap sel di seluruh tubuh hamba lebur … larut … tenggelam dalam pelukan Cahaya Kasih Sayang-MU..

• Yaa Allah … Yaa Robbi …Maha Suci Engkau, berkati dan abadikanlah cahaya hamba, agar hati hamba dan hati seluruh sel hamba senantiasa terhubung kepada-MU setiap saat dan untuk selama-lamanya … Ampunilah hamba-MU ini Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Kuasa atas segalanya …

Huu ………. Allah

IBADAH KITA UNTUK SIAPA?

ISejak kecil, kita sudah sangat akrab dengan kata ‘perintah’ atau ‘kewajiban’, kita diperintah Allah untuk mendirikan shalat,menunaikan zakat, shaum dan pergi ke baitullah, sebagai konsekuensi keberagaam kita yang mengaku sebagai muslim.

Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik sekarang ini adalah ‘kenapa Allah memerintahkan kita untuk melaksanakan sedemikian banyak kewajiban? Dan bahkan Allah ‘merasa perlu’ meng iming-imingi kita dengan pahala ketika kita melaksanakan perintahNya dan ancaman dosa kala kita meninggalkanya.

Adakah Allah merasa perlu dengan shalat kita? Adakah Allah akan diuntungkan dengan zakat kita? Adakah Allah akan mendapatkan ‘sesuatu’ dari qurban kita?

Jawabannya pasti TIDAK!!

Jikapun seluruh manusia dimuka bumi ini tidak ada yang shalat, Allah tetaplah Allah robbul’alamin yang tidak akan berubah sifat ketuhanannya dengan shalat tidaknya kita.

Jikapun seluruh manusia pelit dan tidak ada yang mau menunaikan zakat, adakah Allah akan kekurangan perbendaharaan rezeki untuk dibagikan kepada seluruh mahlukNya? Jawabannya lagi-lagi tidak…, Allah Maha Kaya dan Maha Mencukupi, pasti tidak memerlukan apapun dari mahlukNya.

Pun dengan qurban kita, pun dengan keberangkatan kita ketanah suci, sama sekali tidak ‘menguntungkan atau merugikann’ Allah sedikitpun.

Lalu untuk siapa ibadah kita??

Ibadah sejatinya merupakan ‘fasilitas/pemberian’ Allah kepada kita, ibadah layaknya ‘makanan’ yang Allah sajikan kepada kita untuk kita konsumsi, dan dengan mengkonsumsi ibadah tersebut, niscaya kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi ruhani kita dapat terpenuhi.

Singkatnya Ibadah adalah ‘Asupan yang wajib’ kita konsumsi agar jiwa kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sebagaimana jasad, seorang bayi memerlukan asupan makanan, asupan gizi,asupan vitamin dan lainnya sebagai pra syarat dan syari’at untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.

Pun dengan kedewasaan ruhani kita, ruhani kita akan dapat tumbuh dan berkembang manakala asupan makanan, gizi, vitamin dan nutrisi ruhaninya semua terpenuhi, dan asupan bagi ruhani kita itu bernama IBADAH!!.

Dengan kesadaran bahwa ibadah adalah kebutuhan kita, niscaya kita kan mampu memaknai ibadah bukan lagi sebagai sesuatu yang memberatkan, ibadah bukan sesuatu yang membebani, justru dengan sarana ibadah inilah Allah memberikan asupan bagi ruhani kita untuk tumbuh dan berkembang menjadi ruhani yang dewasa, ruhani yang mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang salah dan mana yang benar, dengan ibadah inilah kemudian ruhani kita menjadi DEWASA dan SADAR ALLAH…..;sehingga kemudian kita bisa melaksanakan ibadah dengan ikhlas,tanpa paksaaan , tanpa tekanan dan tanpa merasa berat…bahkan kita sangat mungkin kita dapat menikmati ibadah dalam dalam kehidupan kita…..!

Mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud mengaburkan pemahaman syari’at yang menyatakan bahwa shalat,zakat, shaum dan lainnya adalah perintah agama, apa yang disampaikan para ustadz dan kyai itu benar adanya, bahwa secara syari’at ibadag adalah perintah/kewajiban kita sebagai hamba Allah, tulisan ini hanya bermaksud untuk menggugah ‘kedewasaan ruhani’ kita agar dapat beribadah kepada Allah dengan lebih baik….Aamiin.

Wassalam

Hati kita tidak sedalam lautan

‘Dalamnya lautan dapat diselami;dalam Hati orang tidak ada yang tahu”, demikian ungkapan yang sering kita dengar mengenai Hati.

Benarkah Hati kita lebih dalam dari lautan?

Mari sejenak kita ‘menyelami’ hati kita untuk mengetahui seberapa kedalamanya..

Ketika kita merasa senang,maka yang merasakan senang itu Hati kita,dan rasa senang didalam hati itu akan terlihat dengan jelas baik itu diraut wajah kita,maupun lewat ucapan kita..

Pun ketika kita merasa sakit,tidak tenang;marah,kesal,gundah,takut ataupun gelisah,Hati kitalah yang merasakannya,dan semua perasaan tidak nyaman itupun pasti akan terlihat dirona wajah dan tutur kata kita..

Jadi? Ternyata kedalaman hati kita sangat mudah diukur dan diketahui lewat ucapan,tindakan ataupun raut wajah kita…;

karenanya menjadi sangat penting untuk menjaga Hati kita agar senantiasa tenang,nyaman,tentram dan damai..karena sekali lagi apapun yang terjadi didalam hati kita akan sangat terlihat nyata….sangat jelas, tidak seperti dalamnya lautan yang mampu menyembunyikan bangkai pesawat yang sangat besar!!

Bagaimana cara kita menjaga hati kita? Salah satunya dengan istiqomah dan ikhlas berDN!!!

Selamat berDN yang mabrur…aamiin

UJIAN

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit , kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar…”(Al Baqarah:155)

Cobaan/Ujian, adalah sebuah keniscayaan, Cobaan adalah sunnatullah yang pasti berlaku pada siapapun, tidak peduli dia seorang presiden, tak peduli ia seorang pengamen, tak peduli ia pejabat, tak peduli ia rakyat, selama ia bernama mahluk yang bernyawa, maka ia ‘wajib’ menjalani ujian.

Cobaan bukan hanya ketika kita tidak punya pekerjaan, ujian bukan hanya saat kita menderita sakit, ujian bukan hanya saat kita kekurangan atau kelaparan, ujian bukan semata saat kita mengalami kesempitan atau mengalami hal-hal buruk menurut kita..; ‘Ujian yang sebenarnya’ justru ketika kita mendapatkan kemudahan, ketika kita berkuasa, ketika kita kaya, ketika kita sehat & kuat, ujian sesungguhnya justru pada saat kita mendapatkan ‘kebaikan’.

Kita perhatikan sejenak ayat Allah yang berbunyi “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Al Anbiya:35).

Lebih lanjut, Al Qur’an memberikan contoh berbagai jenis ujian yang akan diberikan kepada manusia, yaitu yang pertama, Manusia akan diuji dengan yang namanya Perintah, sebagaimana Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun ka’bah, mengorbankan putranya Ismail, sebagaimana sekarang Allah memerintahkan kita untuk melaksanakan rukun Islam dan perintah lainnya.

Ujian yang kedua yang akan Allah berikan kepada manusia adalah ujian berupa ‘Larangan’, sebagaimana Allah melarang Nabi Yusuf untuk mendekati Zulaiha yang ketika itu bukan muhrimnya, sebagaimana Allah juga melarang kita berjudi,berzina,mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

Ujian yang ketiga yaitu berupa ‘Penderitaan’, sebagaimana Allah menguji Nabi Ayyub dengan berbagai penderitaan dan penyakit yang belum pernah ada pada zamannya, sebagaimana Allah menguji kita dengan sakit,lapar,haus,ketakutan dan kekurangan.

Ujian yang ke empat yaitu ujian berupa ‘Kemudahan’ sebagaimana Allah menguji Fir’an dengan kekuasaan yang hampir tidak terbatas, sebagaimana Allah menguji Qorun dengan limpahan harta yang hampir tidak terhitung, sebagaimana juga Allah menguji manusia zaman sekarang dengan harta dan kekuasaan.

Ketika Nabi Ibrahim diuji dengan ‘Perintah’ yang sangat berat, beliau Lulus!

Ketika Nabi Yusuf diuji dengan ‘Larangan’ yang sangat berat, beliau Lulus!

Ketika Nabi Ayyub diuji dengan ‘Penderitaan’ yang sangat, beliau Lulus!

Tapi ketika Fir’aun di uji dengan kekuasaan dan Qorun diuji dengan Harta, keduanya justru Gagal..!!

Kegagalan Fir’aun dan Qorun dalam menjalani ujian berupa kemudahan, juga banyak terjadi dizaman sekarang. Betapa banyak mereka yang lulus diuji dengan kemiskinan, betapa banyak mereka yang lulus ketika diuji dengan penyakit, berapa banyak mereka yang lulus ketika diuji dengan penderitaan, tapi jutsru Gagal ketika diuji dengan harta, pangkat dan jabatan!!.

Alasan kegagalan ujian berupa ‘kemudahan’ ini sebenarnya adalah ‘kegagalan’ kebanyakan orang dalam memaknai ujian yang berupa kemudahan, yang kerap dimaknai sebagai ‘anugrah’.

Tidak salah memang kalau kemudian kemudahan, harta,pangkat dan jabatan dimaknai sebagai anugrah, yang salah adalah ketika semua itu ‘lupa untuk disyukuri’, sehingga menjadikan orang lupa diri dan lupa daratan alias ‘Tidak Sadar Allah’ !!

DN mengajarkan kita untuk senantiasa ‘sadar’ bahwa hidup adalah ujian…; bahwa ‘kesempitan’ adalah ujian, bahwa ‘kelapangan’ juga ujian. Dengan kesadaran inilah kita akan senantiasa terpelihara dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh Fir’aun dan Qorun yang gagal dalam menyikapi ujian dalam kehidupan..!

Selamat ber DN!!

Satu Hati

Kita dikaruniai sepasang mata;yang dengan mata itulah kita bisa menikmati keindahan dan maha karya sang pencipta..

Kita dikaruniai sepasang telinga;yang dengan telinga tersebut kita bisa menikmati kicau burung dan indahnya senandung semesta..

Kita dikaruniai sepasang tangan dan sepasang kaki;yang dengannya kita bisa berkarya dan mencipta…

Lalu kenapa Allah hanya memberi sekeping Hati saja?

Jawabannya adalah karena Allah tidak ingin cinta kita kepadaNya terbagi dengan yang lain…!!!

Lalu sudahkan kita membalas cintaNya??

Atau justru kita telah menduakan cintaNya dengan hal lain?

Kita menduakan cintaNya dengan harta;

Kita menduakan cintaNya dengan Tahta;

Kita menduakan cintaNya dengan nafsu dan keinginan duniawi kita..

Kita..telah mengabaikan tulus cintaNya…

Betapapun kita telah banyak mengecewakanNya;namun DIA senantiasa membuka pintu untuk kita kembali padaNya..

DIA selalu memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki setiap kesalahan kita

DIA selalu ada untuk kita yang benar-benar ingin kembali padaNya..

Huu Allah..Huu Allah…itulah jalan kembalimu….

MELAWAN NAFSU DENGAN DZIKIR NAFAS

 

Nama nya kita sebagai manusia biasa.. pasti selalu terbawa keinginan nafsu yg selalu menggiring kita ke arah yg tidak baik. Terkadang kita selalu mengikuti apa yg di inginkan jasad.. Dan seringkali mengabaikan keinginan bathin/rohani.
Di saat iman dan ibadah kita menipis maka otomatis kesadaran akan ALLAH juga menipis(jauh dari mengingat ALLAH).
Di sini lah manfaat nya mengamalkan dzikir nafas yg selalu menjaga KESADARAN akan ALLAH. Dengan kesadaran akan ALLAH yg selalu ON di setiap saat,otomatis kita akan selalu di ingatkan ALLAH utk berbuat yg baik2.. Iman semakin kuat dan ibadah akan semakin terjaga!

Di saat bisikan nafsu terlintas di pikiran kita.. Sesungguh nya bagi yg tidak sadar ALLAH(tidak merasakan ALLAH yg selalu mengawasi) maka ia dgn mudah nya mengikuti keinginan nafsu tersebut! Tanpa di sadari ia telah berbuat salah/dosa.
Tapi berbeda dengan orang yg selalu menjaga sadar ALLAH(selalu ON) di saat nafsu berbisik.. Maka hati/bathin nya akan menentang keinginan itu!
Dan merasakan ALLAH yg selalu mengawasi.
Bersyukur lah bagi yg SADAR ALLAH.. Sesungguh ALLAH telah memperingatkan kita dgn penolakan bathin tersebut.
Di saat kita tetap ego juga mengikuti nafsu tersebut.. ALLAH tetap menjaga kita..dan membuat kita LUPA utk berbuat apa yg di ingin kan nafsu itu.
Alhamdulillah..kita tetap di inginkan ALLAH yg baik2 sehingga terhindar lah perbuatan tercela..

Apa2 yg hendak kita lakukan tapi ada penolakan di hati/bathin.. Sesungguh nya itu sinyal dr ALLAH..cepat tangkap sinyal itu,jgn di abaikan.
Dan hanya dgn menjaga KESADARAN AKAN ALLAH kita bisa merasakan sinyal itu!!!
Mari kita istiqomah berdzikir nafas..HUU…ALLAH..